Panggilan ke Tanah Suci itu bukan tentang siapa yang paling kaya, tapi tentang siapa yang paling yakin dan mau melangkah. Jangan pernah merasa bahwa Baitullah itu terlalu jauh hanya karena melihat kondisi dompet atau isi rekeningmu hari ini. Allah tidak memanggil mereka yang mampu, tetapi Allah memampukan mereka yang mau dan berusaha.
Mau Umroh Hubungi kami!. Klik Di Sini
Kalau hari ini kamu merasa impian itu masih sangat tinggi, cobalah mulai dari langkah-langkah sederhana berikut:
Tuliskan niatmu dengan tegas. Jangan lagi bilang, "Semoga suatu saat bisa umroh." Ubah kalimatmu menjadi, "Saya akan berdiri di depan Ka'bah." Tulis target tahunnya, pasang gambarnya di tempat yang sering kamu lihat, dan bisikkan dalam setiap doamu.
Mulai dari nominal sekecil apa pun. Jangan tunggu punya uang puluhan juta baru mau menabung. Sisihkan 10 ribu, 20 ribu, atau berapa pun yang kamu punya setiap hari ke dalam wadah khusus. Nilai rupiahnya mungkin belum seberapa, tapi ketetapan hatimu di hadapan Allah bahwa kamu sedang berjuang—itulah yang dinilai.
Perbaiki "jalur langit"-mu. Jika ikhtiar bumimu terasa terbatas, kencangkan ikhtiar langitmu. Rutinkan shalat Dhuha, hidupkan malam dengan Tahajud, perbanyak istighfar, dan sisihkan sedekah subuh. Minta secara spesifik agar jalan rezekimu dibuka selebar-lebarnya khusus untuk bertamu ke rumah-Nya.
Sampaikan niatmu pada orang-orang tercinta. Minta doa tulus dari orang tua atau pasanganmu. Doa yang diselipkan oleh orang lain sering kali menjadi pintu pembuka kemudahan yang tak disangka-sangka.
Ingat, ribuan orang yang sudah berdiri menatap Ka'bah sambil meneteskan air mata haru, dulu juga memulai langkahnya dari titik yang sama denganku dan kamu hari ini: dari sebuah niat sederhana dan tabungan yang tampak tak seberapa.
Jangan berkecil hati. Selama napas masih ada dan niatmu lurus, tidak ada yang mustahil. Kamu pasti bisa umroh!
Jangan lupa, Mau Umroh Hubungi kami!. Klik Di Sini